Aku adalah seorang seorang sulung dalam keluarga, dengan keluarga utuh. Smua melihat bahwa aku beruntung terlahir dari keluarga baik dan utuh, walaupun sederhana tapi aku mendapatkan banyak cinta dari orang tua dan keluargaku. Mereka bilang enak jadi "aku", yahh itu lah yang mereka lihat selama ini bahwa hidupku nyaman dan tak ada masalah. Tahu kah kalian cerita di balik senyum yang selama ini ku pertontonkan?
"aku" adalah sulung dari keluarga utuh dan menyenangkan, orang tua ku memiliki sifat temprament yang cukup tinggi, apa pun yang aku lakukan harus sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Sejak kecil aku tak memiliki pilihan untuk apa pun bahkan sekolahku pun semua atas apa yang mereka mau dan pilih bahkan sampai dewasa aku tak memiliki pilihan pekerjaan dan jodoh. Mereka mendidik ku dengam otoriter, mamah ku adalah pemegang kunci di keluarga kami, mamah ku sering memerintah dalam pekerjaan rumah dan semua hal, dia adalah orang yang selalu menganggap pilihannya dan tindakannya benar dan dia adalah orang yang tidak bisa menerima kritikan apa pun. Ayah ku, dy seorang kepala keluarga yang mudah marah dan berbicara dengan nada tinggi padaku. Dan adikku dia adik yang baik yang terbiasa mendengarkan dan melihat ku di marahi.
Tentu aku menyayangi mereka semua, dan tentu mereka pun menyayangiku terlepas dari tindakan mereka selama ini. Namun sungguh aku tak merasa nyaman d rumah bersama mereka, orang lain akan merasa rumah itu adalah surganya mereka tapi tidak untuk ku. Aku sering bertanya apa orang tua yang menyakiti hati anaknya tidak berdosa? Karna seorang anak akan berdosa saat menyakiti hati orang tuanya. Sering kekerasan verbal muncul dari mulit mereka terutama mamah ku, lidahnya sangat enteng untuk memarahi, menghina dan mengeluarkan kata kata yang tak pantas untuk seorang anak bahkan tak jarang tangannya mendarat keras di tubuhku. Mamah tak kan melihat situasi apa pun saat memarahi ku, tapi mamah sangat hebat dihadapan orang lain, perlakuannya akan sangat berbeda dengan sebelumnya seolah aku adalah segalanya untuknya. Kadang aku merasa menyesal terlahir dalam keluarga ini dan aku ingin keluar tinggal jauh dari mereka. Semakin dewasa aku mulai berfikir berontak dari keadaan ini, namun aku masih takut. Kupikir aku bisa melakukannya dari belakang mereka, dengan memulai pulang telat saat sekolah dengan menggunakan tugas sekolah, mengerjakan pr, bahkan kerja kelompok agar aku lebih lama di luar dan sebentar bertemu mereka. Itu lah awal dari "aku"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar